Apr 26, 2009
Apr 23, 2009
Jawaban Pertanyaan Mr. Zamakh
Salam,
ikutan nanya ah, maap klo dah ada yang nanya
males baca atas2nya :P
simpel aja,
1. Jika anda terpilih, di akhir kepengurusan nanti ingin meninggalkan HMIF yang seperti apa? Biro/Divisi yang dipimpin yang seperti apa?
2. Apa arti penting HMIF buat hidup lo..
hehe.. maaf klo pertanyaannya aneh, dijawab aja ya..
Terimakasih atas pertanyaannya, saya akan mecoba menjawab :D
1.HMIF yang memiliki Tujuan perjalanan serta mengetahui Kelebihan yang dimilikinya dan Kekurangan apa yang harus diperbaiki. Segala perencanaan kegiatan harus berangkat dari dasar-dasar ini, sehingga prokernya tepat sasaran dan tercapai HMIF yang bermanfaat bagi anggota dan lingkungan sekitarnya.
Khusus untuk divisi saya, harapan saya DivKel bisa menjadi divisi yang paling solid dan selalu menelurkan kegiatan-kegiatan yang fresh&fun dengan menekankan pada concern-nya, yaitu mempererat kekeluargaan antar anggota HMIF.
2. HMIF buat saya adalah,
>Keluarga, yang akan selalu saya kenang :)
>Rumah, untuk melakukan hal2 bermanfaat berikut ini:
Belajar.
Simpelnya..tempat buat bereksperimen! :D
Nyobain berbagai macam ‘jabatan’, dari mulai jadi anggota yg kerja keras, sekretaris yang rajin, bendahara yang teliti, ketua yang bijak, dan lainnya..
Saya sendiri sebisa mungkin mencoba berbagai macam ‘jabatan’ yang berbeda di tiap acara. Dari sini, kita bisa mulai meraba, posisi apakah yang sebenarnya kita sukai?
Nah, ketika orang lain memberi apresiasi mengenai hasil pekerjaan kita, akan timbul perasaan bangga yang teramat sangat karena kita merasa telah berhasil, yang kemudian akan mendorong kita untuk bekerja lebih baik lagi ke depannya. Tentunya hal ini dapat berguna sebagai pengalaman dan analisis mengenai posisi yang paling cocok dengan karakter kita di dunia kerja nantinya.
Selain itu, kegiatan di himpunan secara tidak langsung juga membantu kita dalam membangun pola pikir yang dewasa dan mental yang kuat. Belajar dari kesalahan adalah hal yang paling dewasa dan tidak takut menghadapi tantangan adalah keadaan mental yang terkuat menurut saya.
Berelasi.
Bisa sangat dirasakan, keberagaman sifat ratusan anggota HMIF dapat menambah ‘ilmu’ kita dalam mengenal karakter manusia. Manfaatnya, kita bisa mendapatkan banyak ‘referensi’ dalam berhubungan dengan orang lain. Kemampuan berelasi yang baik tentu akan mendukung kelancaran suatu kegiatan, contohnya komunikasi dan koordinasi antar panitia dalam sebuah acara program kerja. Selain itu tentunya juga memperluas networking kita yang (lagi-lagi) akan bermanfaat untuk karier kita ke depannya.
Berekspresi.
HMIF adalah tempat dimana saya bisa menjadi diri saya sendiri :D
Jugaa..tempat saya mengimplementasikan ide-ide kreatif saya, tentunya dengan bantuan sahabat-sahabat yang selalu mengulurkan tangannya :)
ikutan nanya ah, maap klo dah ada yang nanya
males baca atas2nya :P
simpel aja,
1. Jika anda terpilih, di akhir kepengurusan nanti ingin meninggalkan HMIF yang seperti apa? Biro/Divisi yang dipimpin yang seperti apa?
2. Apa arti penting HMIF buat hidup lo..
hehe.. maaf klo pertanyaannya aneh, dijawab aja ya..
Terimakasih atas pertanyaannya, saya akan mecoba menjawab :D
1.HMIF yang memiliki Tujuan perjalanan serta mengetahui Kelebihan yang dimilikinya dan Kekurangan apa yang harus diperbaiki. Segala perencanaan kegiatan harus berangkat dari dasar-dasar ini, sehingga prokernya tepat sasaran dan tercapai HMIF yang bermanfaat bagi anggota dan lingkungan sekitarnya.
Khusus untuk divisi saya, harapan saya DivKel bisa menjadi divisi yang paling solid dan selalu menelurkan kegiatan-kegiatan yang fresh&fun dengan menekankan pada concern-nya, yaitu mempererat kekeluargaan antar anggota HMIF.
2. HMIF buat saya adalah,
>Keluarga, yang akan selalu saya kenang :)
>Rumah, untuk melakukan hal2 bermanfaat berikut ini:
Belajar.
Simpelnya..tempat buat bereksperimen! :D
Nyobain berbagai macam ‘jabatan’, dari mulai jadi anggota yg kerja keras, sekretaris yang rajin, bendahara yang teliti, ketua yang bijak, dan lainnya..
Saya sendiri sebisa mungkin mencoba berbagai macam ‘jabatan’ yang berbeda di tiap acara. Dari sini, kita bisa mulai meraba, posisi apakah yang sebenarnya kita sukai?
Nah, ketika orang lain memberi apresiasi mengenai hasil pekerjaan kita, akan timbul perasaan bangga yang teramat sangat karena kita merasa telah berhasil, yang kemudian akan mendorong kita untuk bekerja lebih baik lagi ke depannya. Tentunya hal ini dapat berguna sebagai pengalaman dan analisis mengenai posisi yang paling cocok dengan karakter kita di dunia kerja nantinya.
Selain itu, kegiatan di himpunan secara tidak langsung juga membantu kita dalam membangun pola pikir yang dewasa dan mental yang kuat. Belajar dari kesalahan adalah hal yang paling dewasa dan tidak takut menghadapi tantangan adalah keadaan mental yang terkuat menurut saya.
Berelasi.
Bisa sangat dirasakan, keberagaman sifat ratusan anggota HMIF dapat menambah ‘ilmu’ kita dalam mengenal karakter manusia. Manfaatnya, kita bisa mendapatkan banyak ‘referensi’ dalam berhubungan dengan orang lain. Kemampuan berelasi yang baik tentu akan mendukung kelancaran suatu kegiatan, contohnya komunikasi dan koordinasi antar panitia dalam sebuah acara program kerja. Selain itu tentunya juga memperluas networking kita yang (lagi-lagi) akan bermanfaat untuk karier kita ke depannya.
Berekspresi.
HMIF adalah tempat dimana saya bisa menjadi diri saya sendiri :D
Jugaa..tempat saya mengimplementasikan ide-ide kreatif saya, tentunya dengan bantuan sahabat-sahabat yang selalu mengulurkan tangannya :)
Apr 21, 2009
Jawaban Pertanyaan Ms. Dhea
Studi kasus nih..
Misalnya kalian nanti kepilih jadi Kadiv/Kabir tapi ternyata temen2
sedivisi kalian sebenarnya tidak mengharapkan bahwa kalian yang
memimpin mereka dan mereka malah memilih untuk "invisible" saja di
himpunan..
Kira2 apa yang bakal kalian perbuat?
Ada 3 hal yang saya lakukan dalam proses pencalonan diri saya,
1. Meyakinkan diri sendiri, apakah saya mau dan mampu,
2. Meyakinkan orang-orang terdekat saya bahwa saya memenuhi poin 1, dengan harapan adanya feedback yang positif,
3. Meyakinkan kepada orang-orang yang akan mendukung saya nantinya mengenai apa yang akan saya bawa.
Poin terakhir saya akui adalah yang terberat, karena hampir mustahil untuk membuat semua orang suka dan setuju terhadap apa yang saya lakukan.
Setiap manusia punya perasaan yang unik, dan tidak mungkin seluruhnya cocok dengan saya, karena saya juga manusia :)
Cara yang dapat saya lakukan adalah melakukan pendekatan yang personal dengan banyak berdiskusi dan terlibat dalam kesempatan yang sama dengan orang tersebut, sehingga saya bisa lebih mengetahui apa yang sebenarnya ia inginkan dari divisi ini yang dapat saya wujudkan.
Misalnya kalian nanti kepilih jadi Kadiv/Kabir tapi ternyata temen2
sedivisi kalian sebenarnya tidak mengharapkan bahwa kalian yang
memimpin mereka dan mereka malah memilih untuk "invisible" saja di
himpunan..
Kira2 apa yang bakal kalian perbuat?
Ada 3 hal yang saya lakukan dalam proses pencalonan diri saya,
1. Meyakinkan diri sendiri, apakah saya mau dan mampu,
2. Meyakinkan orang-orang terdekat saya bahwa saya memenuhi poin 1, dengan harapan adanya feedback yang positif,
3. Meyakinkan kepada orang-orang yang akan mendukung saya nantinya mengenai apa yang akan saya bawa.
Poin terakhir saya akui adalah yang terberat, karena hampir mustahil untuk membuat semua orang suka dan setuju terhadap apa yang saya lakukan.
Setiap manusia punya perasaan yang unik, dan tidak mungkin seluruhnya cocok dengan saya, karena saya juga manusia :)
Cara yang dapat saya lakukan adalah melakukan pendekatan yang personal dengan banyak berdiskusi dan terlibat dalam kesempatan yang sama dengan orang tersebut, sehingga saya bisa lebih mengetahui apa yang sebenarnya ia inginkan dari divisi ini yang dapat saya wujudkan.
Jawaban Pertanyaan Mr. Dannis
Apakah arti perayaan wisuda bagi anda dan seberapa pentingkah itu? dan
idealnya persiapannya dilakukan berapa hari sebelum hari-H?
Perayaan wisuda adalah momen terakhir massa himpunan untuk memberikan apresiasi secara langsung kepada para wisudawan.
Kalau saya pribadi, saya menganut paham "what you give is what you take" -- sebagai memotivasi agar kami berusaha memenuhi spek-spek acara yang di-request wisudawan semaksimal mungkin dengan harapan hal yang sama akan terjadi ketika kami diwisuda kelak :D
Persiapan syukuran wisuda yang efektif adalah:
H-1 bulan untuk pengonsepan & penentuan tema acara;
H-2 minggu untuk perizinan dan sosialisasi acara yang sudah fix kepada wisudawan & massa himpunan;
H-1 minggu untuk persiapan panitia dan pengisi acara;
H-3 hari untuk kesiapan properti dan logistik;
H-1 hari untuk pengecekan segala aspek dan gladi resik apabila dibutuhkan.
idealnya persiapannya dilakukan berapa hari sebelum hari-H?
Perayaan wisuda adalah momen terakhir massa himpunan untuk memberikan apresiasi secara langsung kepada para wisudawan.
Kalau saya pribadi, saya menganut paham "what you give is what you take" -- sebagai memotivasi agar kami berusaha memenuhi spek-spek acara yang di-request wisudawan semaksimal mungkin dengan harapan hal yang sama akan terjadi ketika kami diwisuda kelak :D
Persiapan syukuran wisuda yang efektif adalah:
H-1 bulan untuk pengonsepan & penentuan tema acara;
H-2 minggu untuk perizinan dan sosialisasi acara yang sudah fix kepada wisudawan & massa himpunan;
H-1 minggu untuk persiapan panitia dan pengisi acara;
H-3 hari untuk kesiapan properti dan logistik;
H-1 hari untuk pengecekan segala aspek dan gladi resik apabila dibutuhkan.
Subscribe to:
Posts (Atom)