Apr 21, 2009

Jawban Pertanyaan Mr.Prana

Buat semua cakadiv en cakabir:
1. Apa motivasi anda menjadi cakadiv/cakabir divisi/biro xxx?
Mengutip dari essay saya:


Apa yang mendasari pencalonan diri saya?
Sederhana saja : saya adalah orang yang senang menyenangkan orang lain.
Lalu kenapa harus menjadi ketua divisi untuk menyenangkan orang lain?
Saya melihat divisi ini sebagai divisi yang memegang peranan penting dalam pembenahan internal HMIF,
yaitu dengan tujuanya menumbuhkan rasa kekeluargaan dalam HMIF.
Saya cinta divisi ini, saya merasa tepat berada di divisi ini, dan selanjutnya saya ingin divisi ini maju ke depannya.
Maju dalam artian tercapainya tujuan divisi ini secara maksimal.
Seseorang pernah berkata, “ketika kamu memiliki impian, maka kamu dapat memilih, membawa impian itu sendiri atau menitipkannya pada orang lain.”
Saya percaya akan kemampuan teman-teman saya dalam memimpin, namun saya tidak sepenuhnya yakin apakah keinginan yang saya bawa akan benar diterjemahkan oleh mereka, karena saya meyakini apa yang saya bawa adalah benar dan baik untuk divisi ini menurut saya.

Last but not least..saya tidak ingin hanya menjadi pemimpin yang baik, benar, tapi juga bermakna untuk orang-orang di sekeliling saya :)

2. Kenapa menurut anda, harus ANDA yang menjadi cakadiv/cakabir
divisi/biro xxx?


Kepribadian saya yang sanguis -> suka acara senang-senang -> enaknya ramai-ramai -> ingin terbangun rasa kekeluargaan -> divkel sebagai fasilitator ide-ide saya.

Sebagai kadiv, saya dapat memiliki porsi lebih untuk dapat menerjemahkan ide-ide saya ke dalam kegiatan-kegiatan divisi. Saya juga merupakan orang yang terbuka, baik dalam memberi gagasan maupun menerima kritik, dan mudah bekerja sama dengan orang lain. Namun apabila saya tidak terpilih pun, ide-ide tersebut akan saya jadikan masukan untuk kadiv terpilih. Saya percaya, siapapun yang terpilih adalah orang yang terbaik yang dipilih untuk membawa divkel ke arah yang lebih baik :)

3. Inti dari divkel adalah kekeluargaan antar seluruh massa HMIF.
Menurut anda sendiri, bagaimana hubungan diri anda sendiri dengan massa
tiap angkatan???


Saya mengenal cukup banyak dan cukup baik anggota divkel 2005, 2006, dan 2007.
Hal minimal yang saya lakukan adalah menyapa apabila bertemu dengan mereka sebagai bentuk respek saya pada mereka, dan saya amat senang apabila mereka menghargai keberadaan saya :)

Apr 20, 2009

Jawaban Pertanyaan Cakadivbir

Selamat datang :D

Saya mencoba untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh teman-teman semampu saya, dengan sejujur2nya..
apabila ada yang kurang berkenan mohon dimaafkan ya kawan..

Enjoy! :))

Dec 11, 2007

6th chapter summary - Numbers

A. Notasi Angka

Standar notasi desimal di US :
4,378.1
Koma menandakan angka ribuan dan titik menandakan desimal.

Standar notasi desimal di Eropa :
4.378,1
Titik menandakan angka ribuan dan koma menandakan desimal.

Untuk menghindari kebingungan, maka disepakati aturan notasi:
4 378.1
Spasi menandakan angka ribuan dan titik untuk menandakan desimal.

Notasi Scientific dapat digunakan untuk penulisan angka yang besar dan tidak dapat dituliskan dalam notasi koma, contohnya :
6.02 x 1023 (Bilangan Avogadro)

Untuk menuliskan angka yang lebih kecil daripada satu, harus menggunakan angka 0 diawal, contohnya :
0.593 (Notasi Engineering)

B. Analisa Kesalahan Sederhana
Dalam suatu pengukuran tidak akan pernah didapat angka yang persis tepat. Ketika melakukan pengukuran terdapat perbedaan-perbedaan sebagai berikut:

1. Akurasi
Tingkatan dimana nilai yang dilaporkan mendekati nilai benar dan tidak ada kesalahan.
2. Presisi
Tingkatan dimana saat pengukuran diulang didapatkan jawaban yang sama.
3. Kesalahan random
Kesalahan yang dihasilkan dari berbagai sumber, misalkan dari kesalahan instrumen.
4. Kesalahan Sistematik
Kesalahan karena menggunakan metode yang salah dalam pengukuran.
5. Ketidakpastian
Hasil dari kesalahan random dan menggambarkan sesuatu yang kurang presisi.

Percentage fractional uncertainty:
(uncertainty / best value) x 100%

6. Kesalahan (Error)
Perbedaan antara nilai yang dilaporkan dengan nilai yang benar.

Percentage error:
(error / true value) x 100%

B. Angka Penting
Aturan untuk menentukan angka signifikan ;
Angka penting adalah digit yang akurat, meskipun digit yang terakhir mengandung beberapa error.
Angka yang termasuk angka penting tidak termasuk angka nol yang dibutuhkan untuk meletakkan tanda desimal.

Contoh : 0.00342 mengandung 3 angka penting
342 mengandung 3 angka penting

Angka yang dihasilkan dari hubungan matematis memiliki angka penting yang tidak terhingga.

Suatu angka dibulatkan saat terdapat digit yang lebih dari cukup pada suatu bilangan. Bilangan dibulatkan ke atas apabila angka terakhir yang mengikutinya lebih besar sama dengan 5 (5-9) dan dibulatkan ke bawah apabila lebih kecil dari 5 (antara 4 sampai 0).

Contoh : 0.23946 dibulatkan menjadi 3 angka penting yaitu 0.239

Pembulatan hanya dilakukan saat jawaban akhir akan dilaporkan, jadi selama proses penghitungan tidak boleh dilakukan pembulatan. Kesalahan yang diakibatkan pembulatan di setiap tahap penghitungan disebut kesalahan pembulatan.

Prosedur untuk mengalikan atau membagi dengan angka penting :
1. Tentukan angka penting dari setiap bilangan.
2. Hitung jawabannya.
3. Bulatkan jawabannya sehingga mempunyai jumlah angka penting yang sama dengan angka penting yang paling kecil dari bilangan yang dikalikan
Contoh : 5.0 (2) x 10.624 (5) = 53.120 → 53

Prosedur untuk menambah atau mengurangi dengan angka penting :
1. Sejajarkan tanda desimal.
2. Tandai angka penting terakhir dari tiap bilangan dengan panah.
3. Hitung jawabannya
4. Panah yang paling kiri menunjukan angka penting yang terakhir dari jawaban.

3rd chapter summary - Problem Solving

Seorang engineer adalah pemecah masalah. Mereka dituntut untuk menemukan solusi dan jalan keluar dari suatu permasalahan. Cara-cara pemecahan masalah tidak sepenuhnya dapat dipelajari secara teoritis tetapi harus dipraktikkan.

Jenis-jenis masalah :

1. Masalah Riset (Research Problems)
Masalah yang biasanya dialami para peneliti dimana mereka membutuhkan suatu pembuktian dari hipotesis yang telah dibuat.
2. Masalah Pengetahuan (Knowledge Problems)
Masalah yang dihadapi seseorang ketika ia tidak mengetahui apa yang harus dilakukan untuk menghadapi situasi tertentu.
3. Masalah Troubleshooting (Troubleshooting Problems)
Masalah yang terjadi ketika suatu alat tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
4. Masalah Matematis (Mathematics Problems)
Masalah yang seringkali dihadapi oleh para engineer dimana mereka menggunakan pendekatan secara umum dengan model matematis.
5. Masalah Sumber Daya (Resource Problems)
Masalah mengenai keterbatasan sumber daya (uang, tenaga, alat, dll) untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.
6. Masalah Sosial (Social Problems)
Masalah yang berkaitan dengan kehidupan sosial di sekitar suatu daerah.
7. Masalah Design (Design Problems)
Masalah dimana seorang engineer dituntut untuk mendesain suatu produk yang membutuhkan kreativitas yang tinggi, kerja sama dan pengetahuan yang luas dengan mepertimbangkan segala aspek.

Pendekatan Pemecahan Masalah :t.

1. Identifikasi Masalah
Tahap pertama dari pemecahan masalah dimana masalah mulai dimunculkan.
2. Sintesis
Tahap kreatifitas dimana bagian-bagian terintegrasi secara keseluruhan.
3. Analisis
Tahap dimana rencana keseluruhan dipecah menjadi bagian-bagian.
4. Aplikasi
Proses dimana informasi yang tepat diidentifikasi untuk memecahkan masalah yang ada.
5. Komprehensi
Tahap yang menggunakan teori dan data yang tepat untuk memecahkan masalah.

Seminar Konsep Teknologi - Hak Kekayaan Intelektual

Seminar ini berjudul “Hak Kekayaan Intelektual”. Seminar ini memberikan gambaran bagi kita semua dan para engineer pada khususnya tentang betapa pentingnya perlindungan sebuah karya. Hak kekayaan Intelektual merupakan hah monopoli yang dapat digunakan untuk melindungi investasi dan dapat dialihkan haknya. Hak Kekayaan Intelektual dibagi menjadi 2:

A. Hak Cipta
Hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk memperbanyak ciptaannya

B. Hak kekayaan Industri
1. Paten
Hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi.
2. Merek
3. Desain Industri
4. Desain tata letak Sirkuit terpadu
5. Rahasia dagang
6. Varietas tanaman

Hak Kekayaan Intelektual ini bertujuan untuk melindungi eksklusivisme hasil karya seseorang, sehingga sang pencipta memiliki hak monopoli agar karyanya dapat digunakan untuk tujuan komersil atau lainnya.